Tapak Suci Putra Muhammadiyah

From WikiMu
Jump to navigation Jump to search
Logo Tapak Suci Putera Muhammadiyah


Tapak Suci Putra Muhammadiyah atau singkatnya Tapak Suci, adalah sebuah aliran, perguruan, dan organisasi pencak silat yang menjadi salah satu organisasi otonom Muhammadiyah. Tapak Suci berasas Islam, bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah serta berjiwa persaudaraan. Tapak Suci berdiri pada 10 Rabiul Awal 1383 H bertepatan 31 Juli 1960, di Kauman Yogyakarta. “Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, tanpa Iman dan Akhlak saya menjadi lemah” adalah motto Tapak Suci.

Berawal dari aliran pencak silat Banjaran di Pesantren Binorong Banjarnegara pada tahun 1872 yang dipimpin KH Busyro Syuhada. Kiai Busyro kemudian pindah ke Kauman Yogyakarta akibat gerakan perlawanannya terhadap pemerintah kolonial Belanda. Di Kauman inilah pendekar KH Busyro Syuhada mendapat murid-murid tangguh yang sanggup mewarisi keahlian seni pencak silat. Tahun 1925 berdiri Perguruan Cikauman yang dipimpin oleh Pendekar M.A. Wahib dan Pendekar A. Dimyati. Keduanya adalah murid KH Busyro Syuhada. Perguruan silat ini menegaskan seluruh pengikutnya bebas dari syirik (menyekutukan Tuhan) dan mengabdi untuk perjuangan agama dan bangsa. Perguruan Cikauman banyak melahirkan pendekar-pendekar muda yang mengembangkan perluasan cabang perguruan dengan nama Perguruan Seranoman pada tahun 1930. Murid-murid dari kedua perguruan ini banyak yang menjadi anggota Laskar Angkatan Perang Sabil (APS) yang berjujuang melawan penjajah, banyak yang gugur dalam perlawanan bersenjata.

Lahirnya pendekar-pendekar muda hasil didikan perguruan Cikauman dan Seranoman memungkinkan berdirinya perguruan baru, antara lain Perguruan Kasegu (tahun 1951). Atas desakan murid-murid dari Perguruan Kasegu ada inisiatif untuk menggabungkan semua perguruan silat yang sealiran. Akhirnya disepakati untuk menggabungkan kembali kekuatan-kekuatan perguruan yang terserak ke dalam satu kekuatan perguruan, yaitu Perguruan Tapak Suci pada tanggal 31 Juli 1960.

Perguruan Tapak Suci yang berkedudukan di Yogyakarta akhirnya berkembang sampai ke daerah-daerah lainnya. Pasca meletusnya pemberontakan G 30 S/PKI, tahun 1966, diselenggarakan Konferensi Nasional I Tapak Suci yang dihadiri oleh utusan Perguruan Tapak Suci seluruh Indonesia. Pada saat itulah berhasil dirumuskan pemantapan organisasi secara nasional. Perguruan Tapak Suci dikembangkan namanya menjadi Gerakan dan Lembaga Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Pada Sidang Tanwir Muhammadiyah tahun 1967, Tapak Suci Putera Muhammadiyah ditetapkan menjadi organisasi otonom Muhammadiyah, karena Tapak Suci Putera Muhammadiyah juga mampu dijadikan wadah pengkaderan Muhammadiyah.

Maksud dan tujuan Tapak Suci adalah: 1. Mendidik serta membina ketangkasan dan ketrampilan pencak silat sebagai seni beladiri Indonesia; 2. Memelihara kemurnian pencak silat sebagai seni beladiri Indonesia yang sesuai dan tidak menyimpang dari ajaran Islam sebagai budaya bangsa yang luhur dan bermoral; 3. Mendidik dan membina anggota untuk menjadi kader Muhammadiyah; dan 4. Melalui seni beladiri menggembirakan dan mengamalkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dalam usaha mempertinggi ketahanan Nasional. Untuk pencapaian maksud dan tujuan Tapak Suci dilakukan dengan upaya-upaya sebagai berikut: 1. Memperteguh iman, menggembirakan dan memperkuat ibadah serta mempertinggi akhlak yang mulia sesuai dengan ajaran Islam; 2. Menyelenggarakan pembinaan dan pendidikan untuk melahirkan kader Muhammadiyah; 3. Menyelenggarakan pembinaan Seni Beladiri Indonesia; 4. Mengadakan penggalian dan penelitian ilmu Seni Beladiri untuk meningkatkan dan mengembangkan kemajuan Seni Beladiri Indonesia; 5. Aktif dalam lembaga olahraga dan seni baik yang diadakan oleh Pemerintah maupun swasta yang tidak menyimpang dari maksud dan tujuan Tapak Suci; 6. Menggembirakan penyelenggaraan dakwah amar ma’ruf nahi munkar sesuai dengan proporsi seni beladiri; 7. Menyelenggarakan pertandingan dan lomba serta pertemuan untuk memperluas pengalaman dan persaudaraan; dan 8. Menyelenggarakan usaha lain yang dapat mewujudkan tercapainya maksud dan tujuan.

Susunan organisasi Tapak Suci dibuat secara berjenjang dari tingkat Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah, dan Pimpinan Cabang. Pimpinan Pusat Tapak Suci adalah pimpinan tertinggi yang melaksanakan kepemimpinan dan bertanggung jawab keluar dan ke dalam. Pimpinan Wilayah Tapak Suci berkedudukan di ibu kota propinsi, bertindak sebagai Pimpinan Wilayah sekaligus komisaris Pimpinan Pusat yang melaksanakan koordinasi administrasi dan operasional daerah. Pimpinan Daerah Tapak Suci berkedudukan di setiap kabupaten/kota administrasi sebagai pelaksana administrasi dan bertindak secara operasional. Untuk melancarkan tugas operasional, Pimpinan Daerah dapat mendirikan Cabang Tapak Suci di daerahnya. Pimpinan Pusat juga dapat membentuk Perwakilan Wilayah di luar negeri sebagai pelaksana administrasi dan bertindak secara operasional.

Keanggotaan Tapak Suci terdiri dari siswa, anggota penuh, dan anggota kehormatan. Kriteria siswa Tapak Suci adalah anak-anak, remaja, dewasa putra-putri beragama Islam yang menyetujui anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Tapak Suci serta telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Anggota Penuh Tapak Suci terdiri dari Kader, Pendekar dan Pimpinan Tapak Suci yang telah memenuhi persyaratan keanggotaan yang diatur di dalam Anggaran Rumah Tangga. Anggota kehormatan Tapak Suci adalah orang yang karena jabatannya, kedudukannya dan atau keahliannya telah diangkat oleh Pimpinan Pusat Tapak Suci dengan surat ketetapan. [Im]