Taklid

From WikiMu
Jump to navigation Jump to search

Kata taqlid (bahasa Arab) atau taklid berasal dari kata taqlid, yaitu: qallada, yuqallidu, taqliidan. Artinya bermacam-macam tergantung kepada letak dan pemakaiannya dalam kalimat. Adakalanya kata taqlid berarti menghiasi, meniru, menyerahkan, mengikuti, dan sebagainya.

Secara umum pengertian taklid ialah: mengikuti perkataan atau pendapat orang lain (seperti ulama, syekh, kiyai atau pemimpin) tentang suatu hukum Islam tanpa meneliti lebih dahulu apakah perkataan atau pendapat itu ada dasarnya atau tidak dalam Al-Quran dan Sunnah maqbulah . Jika ada dasarnya maka perkataan dan pendapat itu dapat diterima dan diamalkan. Sebaliknya, apabila tidak ada dasarnya, sedang yang mengatakan atau yang berpendapat tetap mengatakan bahwa itu adalah ajaran Islam, maka pendapat yang demikian termasuk bid‘ah. Orang yang berbuat bid‘ah adalah orang yang telah menyediakan semasa ia hidup tempat duduk dalam neraka nanti.

Para ulama ushul mendefinisikan taklid: “menerima perkataan (pendapat) orang, padahal engkau tidak mengetahui darimana sumber atau dasar perkataan (pendapat) itu. Para ulama seperti al-Ghazali, asy-Syaukani, ash-Shan‘ani dan ulama lain juga membuat definisi taqlid. Namun isi dan maksudnya sama dengan definisi yang dibuat oleh ulama Ushul.

Sementara itu, Muhammad Rasyid Ridla menyatakan dalam Tafsir al-Manar, yaitu: mengikuti pendapat orang-orang yang dianggap terhormat atau orang yang dipercayai tentang suatu hukum agama Islam tanpa meneliti lebih dahulu benar salahnya, baik buruknya serta manfaat atau mudlarat dari hukum itu.

Dalam menjalani dan menempuh kehidupan dunia ini Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia yang termuat dalam Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW. Orang yang mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya adalah orang-orang yang beriman, sedang orang yang tidak mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya adalah orang-orang yang kafir.

Taat kepada Allah ialah mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya yang termuat dalam Al-Quran dan taat kepada Rasul-Nya ialah mengikuti petunjuk Nabi Muhammad SAW, berupa perkataan, perbuatan dan taqrirnya yang diyakini berasal dari beliau, yang disebut Sunnah Maqbulah.

Sikap taklid sama artinya dengan mengingkari jati dirinya selaku makhluk yang terbaik. (Im)