Sugiat A.S.

From WikiMu
Jump to navigation Jump to search
dr. H. Sugiat A.S.

Dokter H. Sugiat Ahmad Sumadi lahir di Sumberejo, Batur, Banjarnegara, 22 Juni 1937. Sejak masih duduk di bangku SMP dan SMA, beliau telah aktif sebagai pengurus kepanduan Hizbul Wathan di sekolahnya. Semasa kuliah beliau aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Selain berorganisasi, dr. Sugiat juga aktif mengaji kepada seorang tokoh Muhammadiyah, yakni K. H. Baedhowi.

Dokter Sugiat adalah seorang dokter perwira polisi. Selepas tugas kepolisian dengan pensiun dini sebagai perwira polisi, beliau menjadi direktur Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ), dari tahun 1978 hingga 1985. Jika dr. H. Kusnadi berperan merintis RSIJ, dr. H. Sugiat sangat berperan dalam mengembangkan RSIJ menjadi empat, yakni RSIJ Cempaka Putih Jakarta Pusat, RSIJ Pondok Kopi Jakarta Timur, RS Jiwa Islam Klender Jakarta Timur, dan RSIJ Sukapura Jakarta Utara.

Selain mengembangkan keempat rumah sakit tersebut, dr. Sugiat juga banyak berperan dalam pengembangan rumah sakit Muhammadiyah di daerah-daerah. Untuk urusan ini, beliau sampai menjaminkan sertifikat tanah dan rumahnya ke Bank untuk mendapatkan pinjaman, dan uang tersebut digunakan untuk membiayai rumah sakit Muhammadiyah di Palembang dan Bandung. Karena kegigihan dan kerja keras beliau dalam menghidupkan rumah sakit Muhammadiyah, di kalangan pengurus MPKU beliau dikenal sebagai pakar menyehatkan rumah sakit yang sedang “sakit”.

Di Muhammadiyah, dr. Sugiat pernah menjabat sebagai Ketua MPKU pada tahun 1980. Ketika menjabat sebagai Ketua MPKU, beliau rajin menjalin kerja sama dengan organisasi-organisasi seperti WHO, UNICEF, termasuk juga dengan BKKBN dan organisasi-organisasi di luar negeri dalam rangka mengembangkan rumah sakit Muhammadiyah. Dokter Sugiat juga dikenal aktif memberikan pembinaan kepada klinik dan Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah yang baru tumbuh, seperti di Gombong, Singaparna, Aceh, Bima, Malang, dan Bumiayu.

Dokter Sugiat juga aktif merintis dan mendirikan berbagai sekolah atau Akademi Bidan dan Perawat Muhammadiyah di berbagai kota. Tercatat kurang lebih ada 18 sekolah/akademi yang telah beliau dirikan. Selain itu, dr. Sugiat juga merintis Dana Pensiun untuk karyawan RSI Muhammadiyah, merintis pendirian Fakultas Kedoteran Universitas Muhammadiyah Jakarta (UM), mendirikan pengajian dokter dan karyawan Rumah Sakit Muhammadiyah, mengagas kewajiban berbusana muslimah untuk perawat, dokter, dan karyawati di RS Islam Jakarta Cempaka Putih. Dokter Sugiat pernah menjabat sebagai Ketua Badan Kerja Sama Rumah Sakit Islam (BKRSI) periode 1991-1994, menjadi Ketua Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) pada tahun 1994.

Dokter Sugiat dikenal akrab dan dekat dengan Presiden K. H. Abdurahman Wahid (Gus Dur). Karena kedekatan itu dr. Sugiat mendorong Gus Dur agar NU mendirikan rumah sakit NU di daerah-daerah untuk membantu Muhammadiyah menyeimbangi perkembangan rumah sakit Kristen yang cukup berkembang pada masa itu. Buah dari kedekatan dr. Sugiat dengan Presiden Gus Dur, kini telah berdiri beberapa rumah sakit dan klinik NU di Jawa Timur.

dr. H. Sugiat dan keluarga
Error creating thumbnail: Unable to save thumbnail to destination
dr. Sugiat terkenal sebagai pakar dalam “mengobati rumah sakit yang sakit”