Rekomendasi

From WikiMu
Revision as of 00:06, 14 November 2021 by Adim Paknala (talk | contribs) (←Membuat halaman berisi 'Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rekomendasi artinya: saran yang menganjurkan (membenarkan, menguatkan). Dapat juga diartikan sebagai memberitahukan kepada seseor...')
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Jump to navigation Jump to search

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rekomendasi artinya: saran yang menganjurkan (membenarkan, menguatkan). Dapat juga diartikan sebagai memberitahukan kepada seseorang atau lebih bahwa sesuatu yang dapat dipercaya, dapat juga merekomendasikan diartikan sebagai menyarankan, mengajak untuk bergabung, menganjurkan suatu bentuk perintah. Rekomendasi, secara umum adalah saran yang sifatnya menganjurkan, membenarkan, atau menguatkan mengenai sesuatu atau seseorang. Rekomendasi biasanya dibuat dalam bentuk tertulis seperti review produk dan testimoni dalam bentuk yang lebih formal dalam bentuk surat rekomendasi.

Rekomendasi sudah lazim digunakan oleh Muhammadiyah dalam menghasilkan sebuah keputusan. Misalnya hasil keputusan Muktamar, Tanwir atau Musyawarah disemua tingkatan, pada umumnya menghasilkan rekomendasi, yang isinya berupa anjuran, usulan baik untuk internal Muhammadiyah maupun eksternal. Isinya biasanya disesuaikan dengan situasi di sekitar Muktamar. Misalnya, pada Muktamar Muhammadiyah ke-36 tahun 1965 di Bandung, dimana saat itu perekonomian Indonesia dalam situasi yang sulit, maka Muktamar memberikan rekomendasi (saran) kepada Pemerintah, diantaranya: pemerintah agar selalu mengobarkan semangat hidup sederhana dan prihatin dalam suasana ekonomi perjuangan sekarang ini. Selain itu, Muhammadiyah merekomendasikan kepada Pemerintah agar menghentikan impor tekstil dan memperbanyak impor kapas dan benang serta mengatur pembagiannya sebaik-baiknya dengan mendahulukan perusahaan-perusahaan tenun tangan sebagai usaha rakyat banyak.

Sedangkan rekomendasi untuk internal Muhammadiyah, Muktamar memberikan rekomendasi, diantaranya: menyarankan agar Muhammadiyah dalam hal ini Majelis Ekonomi mengorganisasikan pendirian Bank sebagai usaha pembinaan dan pengorganisasian funds and forces antar keluarga Muhammadiyah. Selain itu, Muhammadiyah agar mengusahakan perbaikan perjalanan haji, mengkonsolidasikan Bank Haji, lebih menyempurnakan pengangkutan haji dan mengusahakan lain-lainnya yang berhubungan dengan penyelenggaraan ibadah haji.

Demikian pula dalam Muktamar Muhammadiyah ke-37, tahun 1968 yang berlangsung di Yogyakarta, Muktamar selain menerima laporan PP Muhammadiyah periode sebelumnya dan berhasil menyusun program kerja tiga tahun ke depan, juga memberikan usul-usul baik untuk intern Muhammadiyah maupun ekstern. Untuk intern Muhammadiyah Muktamar mengusulkan, diantaranya: Jika sekolah-sekolah Muhammadiyah memerlukan guru agama negeri supaya hanya menerima guru-guru agama negeri yang berjiwa Muhammadiyah, PP Muhammadiyah agar menerbitkan kembali Al-Qur'an dan meneruskan usaha pembuatan Tafsir Al-Qur'an. Sedangkan untuk eksternal Muktamar merekomendasikan agar PP Muhammadiyah menempuh segala jalan yang mungkin untuk mengusahakan penertiban di dalam Departemen Agama (termasuk aparaturnya) dan perbaikan nasib warga Muhammadiyah di dalam instansi-instansi Departemen Agama dan departemen-departemen lainnya. Selain itu, mengusulkan juga agar Pemerintah mengadakan ketentuan mengutamakan orang-orang yang takwa kepada Tuhan dan taat beragama memegang fungsi-fungsi Pemerintah.

Demikian beberapa contoh rekomendasi yang dikeluarkan oleh Muhammadiyah sebagai hasil Muktamar. Selengkapnya bisa dilihat dalam buku-buku Tanfidz Keputusan Muktamar. (Im)