Persyarikatan

From WikiMu
Jump to navigation Jump to search

Persyarikatan berasal dari kata dasar syarikat. Syarikat diartikan oleh KBBI sebagai sekutu, perhimpunan, perkumpulan, serikat. Kata turunannya berupa bersyarikat dan mensyarikat. Adapun serikat memiliki arti; (1) perkumpulan (perhimpunan, gabungan, dan sebagainya), (2) persekutuan (dagang), perseroan, (3) sekutu, kawan (dalam perang dan sebagainya). Kata turunannya berupa berserikat, menyerikati, menyerikatkan, perserikatan. Misalnya perserikatan sepakbola.

Dalam banyak referensi, kata persyarikatan sangat identik dengan Muhammadiyah. Kebanyakan organisasi lainnya lebih sering menggunakan kata persyarikatan dalam menyebutkan Muhammadiyah. Dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah disebutkan, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 Hijriyah atau 18 November 1912 Miladiyah, oleh almarhum KH Ahmad Dahlan didirikan suatu persyarikatan sebagai “gerakan Islam” dengan nama “Muhammadiyah”. Ditegaskan lagi dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah Bab I Pasal I yang berbunyi “Persyarikatan ini bernama Muhammadiyah”. Gerakan ini awalnya bermaksud memajukan dan menggembirakan pengajaran dan pelajaran agama Kanjeng Nabi Muhammad bagi penduduk Bumi Putera.

Dokumen Berita Tahoenan tahun 1927, yang dikutip Haedar Nashir, menyatakan, “Kalimat sjarikat itoe berarti koempoelannja beberapa orang oentoek melakoekan sesoeatoe dengan semoefakat dan bersama-sama karena banjak sekali, daripada saudara-saudara jang boekan anggauta dan donatoer (pembantoe) jang sangat mentjintai Moehammadijah dan toeroet bekerdja bersama-sama, seolah-olah mengehaki djoega Moehammadijah, dengan berani menanggoeng djawab. Hal ini tiada lain, melainkan dari sebab besarnja Moehammadijah dan banjak mendapatnya perhatian, dengan soedah terboekti terang berdjalan diatas haq dan mendjalankan perintah Agama Islam dengan soenggoeh-soenggoehnja.”

Dalam konteks ini, Persyarikatan Muhammadiyah merupakan wadah besar yang mengakomodir banyak kalangan. Asalkan memiliki kepercayaan dan kesamaan tujuan dengan organisasi, maka akan memperoleh kesempatan untuk bergabung dan ikut serta berkonstribusi.

Persyarikatan, menurut tim penulis Manhaj Gerakan Muhammadiyah: Ideologi, Khittah, dan Langkah (2009), merupakan suatu tempat berhimpun atau berserikat yang memiliki seperangkat idealisme dalam suatu sistem gerakan, baik menyangkut wadahnya (jam’iyah), anggotanya (jama’ah), maupun kepemimpinannya (imamah), untuk mencapai tujuan Muhammadiyah.

Muhammadiyah sebagai persyarikatan memilih dan menempatkan diri sebagai Gerakan Islam dan amar ma’ruf nahi mungkar dalam masyarakat. Dengan maksud yang terutama ialah membentuk keluarga dan masyarakat sejahtera sesuai dengan ajaran Islam. Usaha ini dilakukan dengan dakwah jama’ah. [Im]