PCIM

From WikiMu
Jump to navigation Jump to search

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah, disingkat PCIM, adalah kesatuan anggota Muhammadiyah dan simpatisan yang berkedudukan di suatu kota atau negara di luar negara Republik Indonesia yang ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Ketentuan tentang PCIM diatur dalam Pasal 7 Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah, hasil keputusan Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu tahun 2019 Keberadaan PCIM di suatu negara berfungsi sebagai: a. Penyelenggara silaturahmi antar anggota, warga, dan simpatisan Muhammadiyah; b. Mediator antara Muhammadiyah dengan pemerintah dan lembaga lain setempat; c. Forum peningkatan kualitas dan kuantitas anggota dan simpatisan Muhammadiyah; d. Media pembinaan organisasi dan ideologi Muhammadiyah; dan e. Sebagai pelaksana dakwah dan syiar Islam.

Sebuah PCIM dapat didirikan atas usul anggota dan/atau simpatisan Muhammadiyah di suatu tempat di luar negara Republik Indonesia, atau atas inisiatif Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang ditetapkan oleh PP Muhammadiyah.

Keberadaan suatu PCIM diatur sebagai berikut. PCIM ditetapkan oleh dan bertanggung jawab kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah berdasar hasil Musyawarah Cabang Istimewa, atau atas dasar penunjukan PP Muhammadiyah; Masa jabatan PCIM selama dua tahun yang menjalankan kepemimpinan sesuai dengan prinsip-prinsip dan ketentuan-ketentuan Muhammadiyah. Dalam penyelenggaraan organisasinya, PCIM menyelenggarakan permusyawaratan yang diatur sebagai berikut; a. Musyawarah Cabang Istimewa ialah permusyawaratan anggota Cabang Istimewa yang diselenggarakan oleh dan atas tanggung jawab Pimpinan Cabang Istimewa; b. Anggota Musyawarah Cabang Istimewa ialah seluruh anggota Cabang Istimewa; c. Musyawarah Cabang Istimewa diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam dua tahun; d. Acara dan ketentuan lain tentang Musyawarah Cabang Istimewa ditentukan oleh Pimpinan Cabang Istimewa dan diberitahukan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Perihal Keuangan dan kekayaan Cabang Istimewa Muhammadiyah diatur sebagai berikut; a. Keuangan dan kekayaan Cabang Istimewa adalah semua harta benda yang berasal dari sumber yang sah dan halal serta digunakan untuk kepentingan pelaksanaan amal usaha, program, dan kegiatan Cabang Istimewa; b. Keuangan dan kekayaan Cabang Istimewa diperoleh dari: Uang pangkal, iuran, dan bantuan; hasil hak milik Muhammadiyah; Zakat, infak, shadaqah, wakaf, wasiat, dan hibah; Usaha-usaha perekonomian yang diusahakan oleh PCIM, serta dari sumber-sumber lain.

Pimpinan Cabang Istimewa berkewajiban menyampaikan laporan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara berkala tentang perkembangan organisasi, pengelolaan keuangan dan kekayaan, serta kegiatan yang dilakukan. Dalam keadaan tertentu Pimpinan Cabang Istimewa dapat mendirikan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM). (Im)

PCIM Kairo Mesir, PCIM pertama di luar negeri, berdiri 18 Ramadhan 1423/23 November 2002