Kader

From WikiMu
Jump to navigation Jump to search

Definisi kader dalam Pedoman Majelis Pendidikan Kader (2010) Pasal 1 ayat 4 adalah: “anggota inti yang terlatih serta memiliki komitmen terhadap perjuangan dan cita-cita Persyarikatan.” Kader adalah orang-orang yang berkualitas yang terpilih dan berpengalaman dalam berorganisasi, taat asas, dan berinisiatif. Kader adalah inti dari anggota, yakni anggota utama dan berperan sebagai anak panah gerakan Muhammadiyah. Apapun yang sulit dan tidak dapat dilakukan oleh anggota biasa, dapat dilakukan oleh kader. Kader merupakan anggota terpilih atau anggota utama. (Tanfidz Muktamar ke-46, 2010).

Kader Muhammadiyah sebagai hasil dari proses perkaderan adalah anggota inti yang diorganisir secara permanen dan berkemampuan dalam menjalankan tugas serta misi persyarikatan. Hakikat kader Muhammadiyah bersifat tunggal, hanya ada satu profil kader Muhammadiyah. Namun, fungsi dan tugas kader bersifat majemuk dan berdimensi luas, yakni sebagai kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa.

Fungsi dan posisi kader dalam Persyarikatan Muhammadiyah sangat penting. Kader merupakan syarat penting bagi berlangsungnya regenerasi kepemimpinan.

Muhammadiyah sangat berkepentingan dengan proses pembinaan calon dan anggota untuk menghasilkan tenaga inti penerus visi-misi gerakan Muhammadiyah. Pembinaan kader dilaksanakan melalui berbagai upaya, baik langsung maupun tidak langsung. Proses perkaderan telah dimulai sejak awal oleh para pendiri Muhammadiyah, dilanjutkan oleh para pemimpin Muhammadiyah berikutnya dalam pola dan cara yang mungkin berbeda. Namun demikian, semangatnya sama, agar lahir kader-kader pelopor, pelangsung dan penyempurna gerakan Muhammadiyah.

Semasa K.H. Ahmad Dahlan, kegiatan perkaderan berupa upaya beliau dalam membina kalangan muda untuk belajar mengembangkan misi gerakan Muhammadiyah ke dalam kehidupan masyarakat, khususnya umat Islam. Cara yang dipakai berupa pembinaan secara langsung dengan membimbing dan sekaligus melibatkan angkatan muda dalam berbagai aktivitas Muhammadiyah.

Gaya pembinaan beliau termasuk tegas dan ketat, tetapi lentur dalam mempersiapkan kader-kader dari angkatan muda. Hasilnya dapat dilihat dengan lahirnya tokoh-tokoh seperti K.H. Ibrahim (1923-1933), K.H. Hisyam (1934-1936), Ki Bagus Hadikusumo (1942-1953), K.H. Ahmad Badawi (1962-1968), K.H. Mas Mansyur (1937-1942), dan K.H. M. Yunus Anis (1959-1962), yang kemudian menjadi ketua-ketua PP Muhammadiyah.

Para kader didikan langsung KHA. Dahlan lainnya adalah Haji Mukhtar, Haji Syoedja’, Haji Fachrodin, R.H. Hadjid, R.H. Durie, termasuk “9 Putri Sejati”, dan lain-lain. 9 Putri Sejati adalah 9 tokoh Aisyiyah generasi pertama yang dididik oleh KHA Dahlan agar mampu menjadi pemimpin putri Islam, telah dibuat film dengan judul 9 Putri Sejati. [Im]