KOKAM

From WikiMu
Jump to navigation Jump to search
Error creating thumbnail: Unable to save thumbnail to destination
Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Muhammadiyah Youth Preparedness Command)

KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah), adalah satuan program pembinaan dan pengembangan sumber daya kader Pemuda Muhammadiyah. Bergerak dalam bidang pelayanan bantuan kemanusiaan, kebencanaan dan ekologi berbasis bencana dan bela negara. Visi: mewujudkan KOKAM menjadi lembaga yang handal dan tersistemik dalam mencandra, merumuskan dan melaksanakan program penyelesaian masalah-masalah kemanusiaan, kebencanaan dan ekologi.

Landasan perjuangan KOKAM adalah tulus ikhlas memenuhi panggilan tugas; Rendah hati dan selalu bergembira; Setia dalam melayani dan menyelesaikan masalah kemanusiaan; Senantiasa menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan universal: kerja sama, kehormatan manusia, toleransi, ke-merdekaan, jiwa yang baik, keadilan, perla-kuan sama, memenuhi janji, kasih sayang dan mencegah kerusakan; Memegang prinsip netralitas dan fleksibilitas.

Logo KOKAM berupa lingkaran warna hijau, di tengahnya gambar logo Pemuda Muhammadiyah dengan 12 sinar warna putih, dua sayap warna kuning. KOKAM berkedudukan sebagai badan pembantu pimpinan Pemuda Muhammadiyah, dibentuk di tingkat pusat, wilayah, daerah, cabang, dan ranting.

KOKAM dibentuk pada 1 Oktober 1965 saat Kursus Kader Takari di Jakarta. Atas usul Letkol H.S. Prodjokusumo PWM DKI Jakarta perlu membentuk kesatuan sipil untuk menghadapi kondisi terburuk saat itu. Dibentuklah Komando Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Muhammadiyah (KOKAM). Letkol H.S. Prodjokusumo menjadi Komandan KOKAM, kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta sebagai markas besar. Dalam Konferensi Kilat PWM se Indonesia 9-11 November 1965, Ketua PP Muhammadiyah, KH Ahmad Badawi, menyerukan pendirian KOKAM di seluruh Indonesia untuk menjaga Muhammadiyah dan NKRI. KHA. Badawi menegaskan bahwa tugas KOKAM sebagai “ibadah jihad fi Sabilillah”. Pada masa Orde Baru, saat kondisi negara relatif aman, tugas KOKAM selesai. Tahun 70-80an keberadaan Kokam relatif stagnan.

Pada tahun 1993 Kokam dihidupkan kembali oleh PP Pemuda Muhammadiyah. KOKAM menjadi KOKAM dan SAR, karena mandat untuk mengurusi masalah kemanusiaan. Gelombang Reformasi pada 1997-1998 menyelipkan kiprah KOKAM yang aktif dalam gerakan pro reformasi.

Keputusan Muktamar XII Pemuda Muhammadiyah di Surabaya (2002) mengukuhkan program “restrukturisasi dan penataan kembali kelembagaan KOKAM”. Diselenggarakan Lokakarya Nasional KOKAM yang menghasilkan Buku Panduan KOKAM 2003.

Pada Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta (2018), muktamirin memberi amanah untuk menguatkan kedudukan KOKAM. Pada Rapat Pleno KOKAM Nasional, 25-27 Oktober 2019 di Semarang, dihasilkan buku Pedoman dan Panduan KOKAM 2020, buku panduan KOKAM terbaru. (Iwan Setiawan)