KETUA AISYIYAH DAN PERIODENYA

From WikiMu
Jump to navigation Jump to search

Versi: http://www.aisyiyah.or.id/en/page/tokoh.html


Siti Bariyah memimpin ‘Aisyiyah dari tahun 1917 - 1920.

Siti Walidah menjabat sebagai president HB Muhammadiyah bagian ‘Aisyiyah dari tahun 1921 yang kemudian berpindah status sebagai adviseur (penasehat) ‘Aisyiyah sejak tahun 1927.

Siti Munjiyah menjabat ketua pada 1932 setelah kepemimpinan Siti Walidah. Kemudian pada kongres Muhammadiyah berikutnya, Siti Munjiyah kembali terpilih sebagai ketua dari 1933-1936

Siti Hayinah lima kali didaulat sebagai ketua Aisyiyah yaitu pada 1946, 1953, 1956, 1959, dan 1962.

Siti Badilah beberapa kali terpilih sebagai ketua ‘Aisyiyah diantaranya pada kongres Muhammadiyah ke-29 di Yogyakarta, tahun 1941-1943. Kemudian pada kongres ke 31, Siti Badilah terpilih kembali dengan periode amanah dari 1951-1953. Pada 1953 dalam Muktamar Muhammadiyah di Purwokerto Siti Badilah kembali terpilih sebagai ketua.

Siti Aisyah Hilal , Pada kongres Muhammadiyah ke-20 di Yogyakarta, 1931 terpilih sebagai ketua ‘Aisyiyah meneruskan estafet kepemimpinan sang ibu. terpilih Siti Munjiyah pada pemilihan ketua tahun berikutnya dan seterusnya silih berganti dari satu kader ke kader yang lainnya. Pada 1939, Siti Aisyah kembali terpilih menjadi ketua ‘Aisyiyah.

Prof. Hj. Siti Baroroh Baried  satu-satunya ketua PP ‘Aisyiyah yang paling lama menjabat yakni selama 5 periode dari tahun 1965 sampai 1985.