KAMASTU

From WikiMu
Revision as of 15:42, 1 November 2021 by Adim Paknala (talk | contribs) (←Membuat halaman berisi 'Tradisi pengajian (umum, rutin, pengajian pimpinan, dll.) telah menjadi gerakan yang khas dalam Persyarikatan Muhammadiyah, menjadi sarana koordinasi, mulai dari tingk...')
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Jump to navigation Jump to search

Tradisi pengajian (umum, rutin, pengajian pimpinan, dll.) telah menjadi gerakan yang khas dalam Persyarikatan Muhammadiyah, menjadi sarana koordinasi, mulai dari tingkat ranting hingga pusat, menjamin aktivitas dakwah terselenggara pada setiap bagiannya.

KAMASTU (Kajian Malam Sabtu) merupakan sebuah gerakan pengajian yang dimotori oleh Angkatan Muda Muhammadiyah DIY. Mempertimbangkan situasi Yogyakarta dengan banyaknya aktivis angkatan muda Muhammadiyah dari kalangan mahasiswa dan kaum intelektual muda, maka KAMASTU dihadirkan dengan mengambil tema kajian dari berbagai tema, mulai dari pembedahan buku-buku ilmiah seputar studi tentang Muhammadiyah dan gerakan Islam, diskusi seni dan kebudayaan, hingga menghadirkan para ilmuan yang berkompeten dalam bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri.

Diantara pakar luar negeri antara lain, Prof. Mitsuo Nakamura dari Jepang, penulis buku legendaris Bulan Sabit Terbit Diatas Pohon Beringin, Prof. Hyungjun Kim dari Korea Selatan, penulis buku Revolusi Kehidupan Pedesaan Jawa dan Dr. Katrin Bandel asal Jerman, seorang Islamalog dalam studi Oksidentalisme, pernah dihadirkan menjadi pembicara di KAMASTU (Rekaman audio bisa di-search di soundcloud.com/kajianmu atau youtube.com akun kajianmu).

KAMASTU diselenggarakan setiap hari Jumat malam, bertempat di Aula PWM DIY, Jalan Gedongkuning 130B Yogyakarta, bermula dari sebuah kajian yang sebelumnya bernama K JAM dirintis sejak tahun 2010. Banyak tantangan yang terjadi pada masa perintisannya. Setelah satu tahun setelah berjalan, kajian ini menjadi program utama PWPM DIY, dan kemudian melibatkan seluruh elemen Angkatan Muda Muhammadiyah DIY dalam kepanitiaan hariannya.

Nama KAMASTU mulai secara rutin digunakan sejak tahun 2012. Hingga saat ini kajian ini terus tumbuh berkembang dan menjadi salah satu program unggulan. Dengan berbagai tantangannya KAMASTU banyak mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Banyak gerakan dakwah selain dari Muhammadiyah memandang jika KAMASTU merupakan marwah penting jika Muhammadiyah menjadi prepesentasi utama dari semua gerakan dakwah lainnya.

Dua Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yaitu Prof. Dr. A. Syafii Maarif dan Prof. Dr. Haedar Natsir pernah menjadi narasumber KAMASTU. Beliau berdua mengamanahkan agar kajian seperti ini harus terus dipertahankan dan dapat menjadi media dakwah Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Untuk memperlebar sayap dakwahnya KAMASTU kemudian juga menyelanggarakan kajian MANTAB (Madrasah Ngaji Kitab) yang dimulai sejak tahun 2017, hal ini dimaksudkan untuk membangkitkan kembali tradisi ngaji turast (kitab-kitab klasik warisan intelektual Islam di masa lalu) dalam Muhammadiyah yang lama telah hilang.

Adanya KAMASTU dan MANTAB menjadi cara baru dalam membentuk keseimbangan antara tradisi Islam klasik dan modernitas. Model penyiaran dakwah ala KAMASTU juga berusaha untuk mengikuti perkembangan zaman dengan melakukan siaran streaming dan live streaming dengan channel KAJIANMU yang tersedia di berbagai situs sosial media seperti Youtube dan Instagram. (MI)