Indonesia Berkemajuan

From WikiMu
Jump to navigation Jump to search

Indonesia Berkemajuan bermakna negara utama (al-madinal al-fadhillah), negara berkemakmuran dan berkeadaban (umran), dan negara yang sejahtera. Negara berkemajuan adalah negara yang mendorong terciptanya fungsi kerisalahan dan kerahmatan yang didukung sumber daya manusia yang cerdas, berkepribadian, dan berkeadaban mulia. Karena itu, negara berkemajuan harus mampu menegakkan kedaulatan (wilayah, politik, hukum, ekonomi, dan budaya); mendatangkan kemakmuran (terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan dan papan); mewujudkan kebahagiaan material dan spiritual; menjamin kebebasan berpikir, berekspresi, dan beragama; menghormati hak azasi manusia; dan menciptakan keamanan dan jaminan masa depan.

Dalam perspektif politik, Indonesia berkemajuan adalah negara demokrasi yang dijiwai oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, berdasarkan hukum yang berkeadilan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberadaban. Demokrasi “yang dijiwai oleh hikmat kebijaksanaan” adalah demokrasi yang bertumpu pada pengetahuan tentang tujuan bernegara dan realitas kehidupan bangsa yang beragam. Prinsip permusyawaratan/perwakilan tercermin dalam lembaga-lembaga negara yang mewadahi aspirasi partai politik, golongan, dan organisasi masyarakat secara berkeadilan.

Demokrasi dalam kehidupan kebangsaan yang berkemajuan harus beretika tinggi yang dilandasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan. Etika politik berdemokrasi ini ditunjukkan dalam sistem tindakan yang mengedepankan perilaku jujur, damai, kesatria, dan saling menghormati; menolak tindakan-tindakan anarkis, praktik-praktik yang menghalalkan segala cara, kekerasan, dan kecurangan.

Indonesia Berkemajuan mensyaratkan tegaknya negara hukum yang melindungi hak dan kewajiban warga negara, memajukan kesejahteraan rakyat secara merata, serta menjamin kepastian dan keadilan hukum. Dengan mendasarkan pada aturan hukum, negara berkemajuan menjunjung tinggi nilai-nilai keberadaban dengan memberikan ruang untuk partisipasi, kreativitas, dan inovasi yang bertumpu pada nilai-nilai etika dan moral yang berbasis agama dan budaya luhur bangsa. Keseluruhan proses tersebut harus dapat menjamin optimalisasi pengembangan potensi warga negara baik secara individu maupun kolektif untuk mendatangkan kemajuan kehidupan bangsa.

Dari sudut pandang ekonomi, Indonesia Berkemajuan dicirikan oleh terciptanya sistem ekonomi berbasis ilmu pengetahuan (knowledge-based economy) yang berkedaulatan, berkeadilan, dan berkelanjutan dengan keseimbangan pendayagunaan potensi darat, laut, dan udara.

Dalam mewujudkan ekonomi yang berkemajuan, negara wajib: (1) Memberikan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi warga negara; (2) Memenuhi kebutuhan dan pelayanan dasar; (3) Menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM; (4) Memberikan perlindungan kepada warga miskin melalui jaring pengaman sosial; (5) Menyusun sistem perekonomian yang mengatur peran negara, swasta, dan pelaku dunia usaha lain sesuai konstitusi di mana cabang-cabang produksi dan kekayaan alam yang penting dan strategis harus dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat; (6) Menyelenggarakan perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

Indonesia Berkemajuan harus berdaulat secara ekonomi. Hal ini terutama berkaitan dengan upaya untuk menciptakan keadilan distributif bagi warga negara guna memperoleh akses dan kepemilikan serta pengelolaan sumberdaya ekonomi, dan menyediakan sumber kehidupan dan lapangan pekerjaan yang layak. Paradigma pembangunan ekonomi yang dianut dan dilaksanakan merupakan sistem ekonomi yang mengutamakan keadilan dan kedaulatan bangsa serta membawa kemakmuran bagi seluruh warga. Penyelenggaraan ekonomi harus dilaksanakan dengan menjamin prinsip keseimbangan yang dinamis antara peran negara, pasar, dan masyarakat.

Penyelenggaraan ekonomi hendaknya bertumpu pada dua prinsip utama. Pertama, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, pemerataan, dan berkelanjutan dengan mengutamakan keadilan dan kemandirian ekonomi untuk kemakmuran masyarakat secara keseluruhan. Kedua, kebijakan ekonomi yang didasarkan atas kekuatan ilmu pengetahuan yang didukung oleh keunggulan kualitas SDM. Indonesia Berkemajuan dalam bidang sosial budaya ditandai oleh berkembangnya budaya nasional yang merupakan puncak-puncak budaya daerah dan terbuka terhadap budaya baru yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Negara berkemajuan memiliki sistem religi, nilai, pengetahuan, teknologi, karya seni, dan model perilaku yang mencerminkan peradaban unggul. Untuk mewujudkan peradaban yang unggul diperlukan pendidikan yang menyenangkan, mencerdaskan, mencerahkan, memberdayakan, dan tidak terbatas pada pengajaran semata.

Secara substansial Indonesia Berkemajuan merupakan keharusan universal. Di dalamnya terkandung nilai, prinsip, dan cita-cita yang dianut hampir semua bangsa. Para pemikir politik klasik, pertengahan, dan kontemporer mengembangkan gagasan yang sama berkaitan dengan negara berkemajuan – meskipun rumusannya berbeda. Para pendiri bangsa dan pelaku politk mempraktikkannya dalam realitas sistem pemerintahan atau rezim sosial-ekonomi yang beragam sesuai dengan sumberdaya yang mereka miliki dan kebutuhan yang mereka hadapi.

Rekonstruksi kehidupan kebangsaan yang lebih bermakna menuju Indonesia Berkemajuan mensyaratkan agama yang menyatu dalam kehidupan dan kebudayaan bangsa Indonesia difungsikan sebagai sumber nilai utama yang memberi inspirasi, motivasi, kreasi, humanisasi, emansipasi, liberasi, dan transendensi dalam membangun keadaban bangsa, yang melahirkan karakter kepribadian utama dan berbeda dengan bangsa-bangsa lain.

Dalam rekonstruksi nasional itu diperlukan proses transformasi pendidikan sebagai strategi kebudayaan yang benar-benar mencerdaskan kehidupan bangsa secara utuh dan menyeluruh disertai penciptaan lingkungan strategis yang berwujud kepemimpinan profetik, good governance, dan trust atau kepercayaan sebagai modal ruhaniah menuju Indonesia Berkemajuan. Dengan rekonstruksi kehidupan kebangsaan menuju Indonesia Berkemajuan maka bangsa ini benar-benar memilik rancang-bangun masa depan yang lahir dari kekuatan ruhaniah dan kecerdasan diri yang utama sebagaimana pesan Allah Swt. dalam Al-Qur’an: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Qs Al-Hasyr/59: 18). (Im)