Halaman Utama

From WikiMu
Jump to navigation Jump to search

Artikel Pilihan

Img-muhammadiyah.jpg

Muhammadiyah adalah persyarikatan yang merupakan Gerakan Islam. Maksud gerakanya ialah Dakwah Islam dan Amar Ma’ruf nahi Munkar yang ditujukan kepada dua bidang: perseorangan dan masyarakat. Dakwah dan Amar Ma’ruf nahi Munkar pada bidang pertama terbagi kepada dua golongan: Kepada yang telah Islam bersifat pembaharuan (tajdid), yaitu mengembalikan kepada ajaran Islam yang asli dan murni; dan yang kedua kepada yang belum Islam, bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk agama Islam. Adapun da’wah Islam dan Amar Ma’ruf nahi Munkar bidang kedua, ialah kepada masyarakat, bersifat kebaikan dan bimbingan serta peringatan. Kesemuanya itu dilaksanakan dengan dasar taqwa dan mengharap keridlaan Allah semata-mata. Dengan melaksanakan dakwah Islam dan amar ma’ruf nahi munkar dengan caranya masing-masing yang sesuai, Muhammadiyah menggerakkan masyarakat menuju tujuannya, ialah “Terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.

Selengkapnya...

Artikel Terkini

 
  • Haedar Nashir Perjalanan dari mulai sebagai santri hingga menjadi nakhoda persyarikatan.


Sedang Berlangsung: PenyakitVirusKronologiMenurut lokasiVaksinKematian

Biografi Tokoh

Informasi Tokoh Muhammadiyah dan Tokoh Dunia

Wikimu Archives Ahmad Dahlan
Kiyai Haji Ahmad Dahlan, yang bernama asli Muhammad Darwis, Karaton Ngayogyakarta menyebut nama beliau adalah Raden Ngabei Ngabdul Darwis. Beliau dilahirkan di Kauman, Yogyakarta tahun 1285 H bertepatan 1868 M.
Wikimu Archives Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan)
Nyai Ahmad Dahlan atau Siti Walidah menemani sang suami berjuang lewat Persyarikatan Muhammadiyah hingga akhir hayat. Peran awalnya tak begitu kentara, baru setelah K.H Ahamad Dahlan wafat, Siti Walidah tampil vokal sebagai Pembina sekaligus penggerak organisasi, khususnya Aisyiyah.

Gambar Pilihan

KHA Dahlah beserta HB Moehammadijah menerima guru Al Hasyimi dan murid-murid sekolah Alatas- salah satunya Yunus Anis.jpg
KHA Dahlah beserta HB Moehammadijah menerima guru Al Hasyimi dan murid-murid sekolah Alatas- salah satunya Yunus Anis