Ahlul Kitab

From WikiMu
Jump to navigation Jump to search

Istilah ini digunakan Al-Qur’an untuk menyebut orang-orang Yahudi dan Kristen dan dalam Al-Qur’an kata Ahlul Kitab disebut 31 kali. Dulu pada masa pemerintahan Islam di Semenanjung Arab, para ahlul kitab merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan orang-orang Islam. Mereka diberi kebebasan untuk melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama mereka. Hak-hak mereka dalam bidang ekonomi, politik, sosial, pendidikan, dan lainnya dijamin Pemerintah Islam. Para ulama beda pendapat dalam menafsirkan ahlul bait ini. Imam Syafi’I (767 – 820) Syahristani (1076 – 1153) menyatakan bahwa ahlul kitab itu adalah orang-orang Yahudi dan Kristen. Sedangkan Muhammad Abduh (1849 – 1905 M) dan Muhammad Rasyid Ridha (1865 – 1905) menyatakan bahwa ahlul kitab adalah orang-orang Majuzi/Zoroaster, Sabi’in (pengikut mistik Plato), orang-orang Hindu, Budha, Taoisme dan Konghucu. (Lasa Hs)