Prangko Amal Muhammadiyah

Dari WikiMu
Revisi per 6 November 2021 22.35 oleh Adim Paknala (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi 'jmpl|Prangko amal PKO seharga 2 cent dan 3.5 cent Berkas:Prangko amal PKO 15 cent.jpg|jmpl|Prangko amal PKO seharga 1...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Prangko amal PKO seharga 2 cent dan 3.5 cent
Prangko amal PKO seharga 15 cent

Prangko Amal yaitu prangko yang penerbitannya dimaksudkan untuk menghimpun dana bagi kepentingan amal dan dijual dengan harga tambahan. Pendapatan dari hasil penjualan prangko ini setelah dikurangi dengan harga prangko, ongkos pembuatan dan ongkos lainnya kemudian disumbangkan kepada suatu badan amal yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Perangko amal Muhammadiyah, menurut catatan pernah diterbitkan pada tahun 1941-1942. Perangko amal ini diterbitkan oleh pemerintah kolonial Belanda, hasil yang diperoleh dari penjualan perangko itu diperuntukkan bagi Persyarikatan Muhammadiyah. Penerbitan perangko amal ini tidak bisa dilepaskan dari peran Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah waktu itu yaitu Kyai Haji Mas Mansur yang berasal dari Surabaya.

Menurut Haary Jundrich Benda dalam bukunya Bulan Sabit dan Matahari Terbit: Islam Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang (terj. Oleh Daniel Dhakidae), Prof. Benda mengungkapkan bahwa penerbitan perangko amal bagi kepentingan Muhammadiyah merupakan politik Belanda untuk memperoleh sekutu dari kalangan Islam dalam menghadapi perang melawan Jepang.

Prof. Benda mengungkapkan, “Bertambah mantapnya gerakan Islam, dengan bersatunya kelompok modernis dan kelompok tradisionalis dalam wadah MIAI (Majlis Islam A’la Indonesia) pada bulan September 1937. Dibayangi ketakutan perang melawan Jepang, Belanda mulai menyadari kebutuhan memperoleh sekutu di kalangan Islam. Hal ini ditandai dengan membuka Sekolah Penghulu di Jawa Barat, subsidi yang cukup besar bagi jemaah haji, serta perangko amal bagi kepentingan Muhammadiyah”.